
pada halaman ini menguraikan tentang asuhan yang diperlukan oleh bayi baru lahir (BBL). walapun sebagian besar proses persalinan terfokus pada ibu, tetapi karena proses tersebut merupakan pengeluaran hasil kehamilan (bayi) maka penatalaksanaan persalinan baru dapat dikatakan berhasil apabila selain ibunya, bayi yang dilahirkan juga berada dalam kondisi yang optimal. memberikan asuhan segera, aman dan bersih untuk bayi baru lahir merupakan hal esensial dalam asuhan bayi baru lahir.
a. penilaian bayi baru lahir
segera setelah lahir, bayi diletakkan di atas kain bersih dan kering yang disiapkan pada perut bawah ibu. segera dilakukan penilaian awal dengan menjawab pertanyaan berikut
- apakah bayi cukup bulan ?
- apakah air ketuban jernih, tidak bercampur mekonium ?
- apakah bayi menangis atau bernafas ?
- apakah tonus otot bayi baik ?
Dalam Asuhan Bayi Baru Lahir lakukan juga hal-hal berikut :
- teruskan menjaga kehangatan bayi dengan kontak kulit ibu selama 1 jam pertama.
-ajurkan ibu untuk memulai menyusui jika bayi sudah menunjukkan tanda siap menyusu
- jangan memberikan dot ataupun makanan apapun seelum diberi ASI. juga tidak dianjurkan untuk memberikan air, air gula dan susu formula.
b. pencegahan umum kehilangan panas bayi
mekanisme pengaturan temperatur tubuh pada BBL belum berfungsi sempurna. oleh karena itu, jika tidak dilakukan upaya pencegahan kehilangan panas tubuh bayi maka BBL daoat mengalami hipotermi. bayi dengan hipotermi, sangat beresiko tinggi untuk mengalami sakit berat atau bahkan kematian. hipotermi mudah terjadi pada bayi yang tubuhnya dalam keadaan basah atau tidak segera dikeringkan dan di selimuti walaupun berada diruangan relatif hangat. bayi prematur atau berat badan lahir bayi rendah sangat rendah mengalami hipotermi.
mekanisme kehilangan panas tubuh bayi
a. evaporasi adalah jalan utama kehilangan panas. kehilangan panas dapat terjadi karena penguapan cairan ketuban pada permukaan tubuh oleh panas tubuh bayi sendiri setelah lahir, tubuh bayi tidak segera dikeringkan. kehilangan panas juga terjadi pada bayi yang terlalu cepat dimandikan dan tubuhnya tidak segera di dinginkan dan diselimuti
b. konduksi adalah kehilangan panas tubuh melalui kontak langsung antara tubuh bayi dengan permukaan yang dingin. meja tempat tidur atau timbangan yang temperaturnya lrbih rendah dari tubuh bayi dan tubuh bayi akan menyerap panas tubuh melalui mekanisme konduksi apabila bayi diletakkan di atas benda-benda tersebut.
c. konveksi adalah kehilangan panas tubuh yang terjadi pada saat bayi terpapar udara sekitar yang lebih dingin. bayi yang dilahirkan atau ditempatkan didalam ruangan yang dingin akan cepat mengalami kehilangan panas. kehilangan panas juga terjadi jika aliran udara dari kipas angin, hembusan udara melalui ventilasi atau pendingin ruangan.
d. radiasi adalah kehilangan panas yang terjadi karena bayi ditempatkan didekat benda-benda yang mempunyai suhu tubuh lebih rendah dari suhu tubuh bayi. bayi bisa kehilangan panas dengan cara ini karena benda benda tersebut menyerap radiasi panas tubuh bayi (walaupun tidak bersentuhan secara langsug)
cara terjadinya kehilangan panas tubuh bayi melalui
a. keringkan tubuh bayi tanpa membersihkan verniks
b. letakkan bayi agar terjadi kontak kulit ibu ke kulit bayi
c. selimuti ibu dan bayi dan pakaikan topi dikepala bayi
d. jangan segera menimbang atau memandikan bayi baru lahir
c. tanda-tanda bahaya bayi baru lahir
tidak menyusu
kejang
mengantuk atau tidak sadar
nafas cepat
merintih
retraksi dinding dada bawah
sianosis sentral
Tidak ada komentar:
Posting Komentar